Senin, 07 September 2015 adalah hari
yang menyedihkan sekaligus menyenangkan. Hari ini adalah hari perpisahan dengan
salah satu guru favoritku, Ust. Fuad ‘Ainul Yaqin, L.C. Beliau tidak akan
menjadi pengajar di pesantren ini lagi karena beliau memiliki kesibukan yang
padat; pagi mengajar di MHM Lirboyo dan malamnya kuliah S2 di STAIN Kediri.
Sedih memang kehilangan sesosok pengajar yang aktif, humoris dan berdisiplin
tinggi. Metode pengajarannya memang tergolong baru dan sangat terkesan, beliau
bisa memasukkan materi pendidikan dalam guyonan-guyonan ringannya. Beliau mahir
berbahasa asing, karena memang beliau menyelesaikan pendidikan S1-nya di
Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir.
Selain memiliki metode mengajar yang
mengasikkan, beliau juga memiliki jutaan pengalaman; mulai dari pengalaman
mengajar, sampai pengalaman travelling. Beliau pernah mengajar di Sorong
sehingga logatnya-pun agak ke-Sorong-an. Selain itu, karena beliau itu
jebolan al-Azhar, otomatis beliau tau seluk beluk Mesir dan sekitarnya. Beliau
pernah bercerita ketika beliau baru pertama kali menemui musim panas di sana,
kulit beliau sampai kering dan sampai pecah, bahkan mengeluarkan darah. Namun,
setelah beliau terbiasa di sana, ketika musim panas tiba beliau malah pergi
liburan musim panas di Alexandria dan bermain-main di sana. Waw, sungguh
menyenangkan. Ya Allah, kapan ya aku bisa pergi ke negeri Sphinx itu ?...


0 komentar:
Posting Komentar