Hari Ahad ini sebenarnya adalah hari
sambangan. Hari yang bagiku sangat menyenangkan. Namun, Ahad kali ini mungkin
menjadi Ahad yang berbeda. Karena sambangan ditiadakan dengan alasan semua
santri baru liburan. Dan lebih tidak mengenakkan lagi, setelah sholat dhuha
acaranya adalah ‘UQUUBAH (HUKUMAN). Tapi Alhamdulillah, aku kemaren tidak
terlambat, jadi tidak ada hukuman bagiku.
Setelah sholat subuh kami semua
melakukan ro’an (kerja bakti), dan kebetulan kami mendapat jatah untuk
membersihkan depan kamar mandi dan bawah jemuran. Setelah ro’an, aku dan
teman-teman berangkat ke lapangan Bendo, setelah mendapat izin dari pak’e.
Sesampainya di lapangan kami langsung bermain sepak bola. Permainan berjalan
dengan sportif dan menyenangkan. Aku menjadi back, dan aku sempat terkena
percikan tanah yang kebetulan basah baru kehujanan. Dan percikan itu masuk
mataku, sehingga mataku sulit untuk dibuka. Namun, dengan tiupan yang diberikan
Ikbar, teman satu team yang kebetulan saat itu menjadi keeper,
Alhamdulillah mataku pun kembali bisa dibuka dan normal, walaupun agak perih. Walaupun
hasil akhir teamku kalah dengan perolehan nilai 4-2. Setelah waktu berakhir
karena waktu izin terbatas, maka kami langsung persiapan pulang. Tapi, sebelum
pulang kami sempatkan untuk ber-selfy bersama.
Sesampainya di pondok, aku langsung sarapan.
Kemudian mandi. Dan ternyata hari ini
sholat dhuha berjamaah ditiadakan pula, jadi kami harus sholat dhuha
sendiri-sendiri.
Hari ini terjadi kekeringan di
pondok. Kekeringan ini belum pernah aku rasakan sebelumnya. Kekeringan yang
kami rasakan memang sangat ironis dan tragis. Seperti yang kita ketahui bahwa
air merupakan kebutuhan sehari-hari yang tidak bisa kita lepaskan. Jika saya
diberi pilihan antara makan dan minum, jelas aku akan mengatakan kalau aku
memilih minum. Makan tanpa minum bisa membuat kita tidak nyaman. Namun, minum
tanpa makan bukan suatu masalah yang serius bagiku.
Dari pagi sampai sore tak ada setetes
air minum pun di pondok. Dan lebih parahnya lagi, ternyata di kamar mandi pun
air sudah menipis. Karena aku anak yang cekatan, maka dengan segera aku
langsung mengantri mandi. Dan Alhamdulillah atas pertolongan Allah, tanpa harus
menunggu lama aku bisa mandi. Namun memang malang nasibku hari ini, sebelum aku
selesai mandi, air sudah habis. Terpaksa aku harus mengeringkan badanku yang
masih ada sabunnya dengan handuk dan langsung keluar. Setelah keluar dari kamar
mandi, ternyata air mengalir kembali. Teman-teman yang masih dalam kamar mandi
pun meneruskan mandinya. Tapi apa daya bagiku, aku terlanjur keluar dari kamar
mandi. Ya Allah….inikah takdir-Mu untukku hari ini ?... Namun, aku tidak putus
asa, aku kembali mengantri dan mandi lagi. Namun, mungkin memang aku tidak
ditakdirkan mandi dengan nyaman hari ini. Tak lama setelah aku masuk kamar
mandi…suara Bagus (Si Koor. Divisi Ibadah) menyalakan sirine alaminya, dengan
suara khasnya “الى جميع الأصحاب الأحبّاء, تفضّلوا ان تستعدّوا للذهاب الى
المسجد حالا”
setelah aku mendengar suara itu, aku langsung menyegerakan mandi. Dan
Alhamdulillah adzan berkumandang setelah aku sampai asrama.
Setelah ashar aku mengikuti tahlilan di rumah tetangga
pondok. Aku sampai di sana sudah telat. Tapi walaupun telat, aku tetap dapat
makanan “soto” hehehe…. Dan aku pulang dari tahlilan sudah maghrib. Lalu
langsung ke masjid untuk sholat maghrib berjama’ah dengan pak’e.


3 komentar:
احسنت يا سفاء
Tp kok gk setiap hari yya ?
Hahaha....
Posting Komentar