Jumat, 05 Februari 2016

Hari yang Sial

Tepat jam 12.00 WIB, saya baru pulang dari tempat bimbingan belajar. Seperti biasa, saya pulang ke rumah naik ojek. Kebetulan waktu itu matahari amat terik-teriknya hingga udara panas menyelimuti tubuhku serta lagi ditambah rasa lapar yang sejak tadi menghantuiku, bikin situasi waktu itu tidak mengenakkan untukku.

Di perjalanan menuju ke rumah terselip perihal lucu, nyatanya ojek yang saya naiki salah jalur. Semula saya pernah kesal tetapi sesudah ia bicara untuk bertanya jalur yang benar. Tanpa sengaja saya tertawa kecil. Perihal tersebut cukup bikin aku geli di saat terik matahari yang semakin menusuk tubuhku.

Sesampainya dirumah kesialan kembali menerpaku. Nyatanya rumahku terkunci, tidak seorangpun yang ada di dalam tempat tinggal serta kebetulan waktu itu saya tidak membawa kunci cadangan. Kembali saya jadi amat kesal waktu itu. Selanjutnya saya menanti untuk sebagian menit sampai orang tua ku kembali. 10 menit pertama sudah berlalu, saya tetap duduk di kursi teras depan rumahku. 10 menit selanjutnya lalu sudah jalan tanpa kusadari, lagi-lagi tidak kujumpai orang tua ku kembali.

Sesudah hampir 40 menit saya menanti dengan rasa jemu. Terbesit sekilas dalam pikiranku untuk menghubungi orang tua ku. Selanjutnya saya menghubungi orang tua ku. Saya heran kenapa perihal ini tidak terpikirkan olehku sejak tadi, barangkali dikarenakan terlampau emosi hingga perihal sekecil itu tidak lagi terpikirkan olehku. Akhirnya saya berhasil menghubungi orang tuaku dan ternyata kuncinya diletakkan di bawah pot bunga depan rumahku.


******************

0 komentar:

Posting Komentar

 
;