Minggu, 19 April 2015

19 April 2015


Hari Ahad ini sebenarnya adalah hari sambangan. Hari yang bagiku sangat menyenangkan. Namun, Ahad kali ini mungkin menjadi Ahad yang berbeda. Karena sambangan ditiadakan dengan alasan semua santri baru liburan. Dan lebih tidak mengenakkan lagi, setelah sholat dhuha acaranya adalah ‘UQUUBAH (HUKUMAN). Tapi Alhamdulillah, aku kemaren tidak terlambat, jadi tidak ada hukuman bagiku.
Setelah sholat subuh kami semua melakukan ro’an (kerja bakti), dan kebetulan kami mendapat jatah untuk membersihkan depan kamar mandi dan bawah jemuran. Setelah ro’an, aku dan teman-teman berangkat ke lapangan Bendo, setelah mendapat izin dari pak’e. Sesampainya di lapangan kami langsung bermain sepak bola. Permainan berjalan dengan sportif dan menyenangkan. Aku menjadi back, dan aku sempat terkena percikan tanah yang kebetulan basah baru kehujanan. Dan percikan itu masuk mataku, sehingga mataku sulit untuk dibuka. Namun, dengan tiupan yang diberikan Ikbar, teman satu team yang kebetulan saat itu menjadi keeper, Alhamdulillah mataku pun kembali bisa dibuka dan normal, walaupun agak perih. Walaupun hasil akhir teamku kalah dengan perolehan nilai 4-2. Setelah waktu berakhir karena waktu izin terbatas, maka kami langsung persiapan pulang. Tapi, sebelum pulang kami sempatkan untuk ber-selfy bersama.
Sesampainya di pondok, aku langsung sarapan. Kemudian mandi. Dan  ternyata hari ini sholat dhuha berjamaah ditiadakan pula, jadi kami harus sholat dhuha sendiri-sendiri.    
Hari ini terjadi kekeringan di pondok. Kekeringan ini belum pernah aku rasakan sebelumnya. Kekeringan yang kami rasakan memang sangat ironis dan tragis. Seperti yang kita ketahui bahwa air merupakan kebutuhan sehari-hari yang tidak bisa kita lepaskan. Jika saya diberi pilihan antara makan dan minum, jelas aku akan mengatakan kalau aku memilih minum. Makan tanpa minum bisa membuat kita tidak nyaman. Namun, minum tanpa makan bukan suatu masalah yang serius bagiku.
Dari pagi sampai sore tak ada setetes air minum pun di pondok. Dan lebih parahnya lagi, ternyata di kamar mandi pun air sudah menipis. Karena aku anak yang cekatan, maka dengan segera aku langsung mengantri mandi. Dan Alhamdulillah atas pertolongan Allah, tanpa harus menunggu lama aku bisa mandi. Namun memang malang nasibku hari ini, sebelum aku selesai mandi, air sudah habis. Terpaksa aku harus mengeringkan badanku yang masih ada sabunnya dengan handuk dan langsung keluar. Setelah keluar dari kamar mandi, ternyata air mengalir kembali. Teman-teman yang masih dalam kamar mandi pun meneruskan mandinya. Tapi apa daya bagiku, aku terlanjur keluar dari kamar mandi. Ya Allah….inikah takdir-Mu untukku hari ini ?... Namun, aku tidak putus asa, aku kembali mengantri dan mandi lagi. Namun, mungkin memang aku tidak ditakdirkan mandi dengan nyaman hari ini. Tak lama setelah aku masuk kamar mandi…suara Bagus (Si Koor. Divisi Ibadah) menyalakan sirine alaminya, dengan suara khasnya “الى جميع الأصحاب الأحبّاء, تفضّلوا ان تستعدّوا للذهاب الى المسجد حالا” setelah aku mendengar suara itu, aku langsung menyegerakan mandi. Dan Alhamdulillah adzan berkumandang setelah aku sampai asrama.
Setelah ashar aku mengikuti tahlilan di rumah tetangga pondok. Aku sampai di sana sudah telat. Tapi walaupun telat, aku tetap dapat makanan “soto” hehehe…. Dan aku pulang dari tahlilan sudah maghrib. Lalu langsung ke masjid untuk sholat maghrib berjama’ah dengan pak’e.

3 komentar:

Unknown mengatakan...

احسنت يا سفاء

ikankakaktua mengatakan...

Tp kok gk setiap hari yya ?

Unknown mengatakan...

Hahaha....

Posting Komentar

 
;